Detector Inverting dengan Vref = -
1. Tujuan [kembali]
- Mengetahui dan memahami detector inverting dengan vref=
- Dapat mengetahui persamaan yang berhubungan dengan detector inverting dengan vref =0
- Mampu mengaplikasikan rangkaian percobaan detector inverting vref=
- Meningkatkan pemahaman tentang detector inverting vref =
2. Alat dan bahan [kembali]
Alat :
1. DC Voltmeter
Voltmeter Dc adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara 2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika.
2. Generator DC
Sebagai generator DC fungsinya mengubah energi mekanik menjadi energi lisrtik.
Bahan :
1. Sensor Suhu (LM35)Sensor suhu adalah perangkat elektronik yang mengukur suhu lingkungannya dan mengubah data masukan menjadi data elektronik untuk merekam, memantau, atau memberi sinyal perubahan suhu.
2. Gas Sensor(MQ-2)
Gas sensor mendeteksi adanya gas pada lingkungan sekitar.
3. Flame Sensor
Flame sensor merupakan sensor yang mempunyai fungsi sebagai pendeteksi nyala api yang dimana api tersebut memiliki panjang gelombang antara 760nm – 1100nm. Sensor ini menggunakan infrared sebagai tranduser dalam mensensing kondisi nyala api.
4. Relay
Relay merupakan komponen listrik yang mempunyai 2 bagian yaitu, kumparan dan poin. Secara garis besar relay berfungsi untuk mengendalikan dan mengalirkan listrik.
5. Op-Amp(1458)
Op-Amp (Operational Amplifier) adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik.
6. BuzzerBuzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara getaran listrik menjadi getaran suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
7. Resistor
Spesifikasi:
Resistance (Ohms) : 220 V
Power (Watts) : 0,25 W, ¼ W
Tolerance : ± 5%
Packaging : Bulk
Composition : Carbon Film
Temperature Coefficient : 350ppm/°C
Lead Free Status : Lead Free
RoHS Status : RoHs Complient
8. Motor DC
Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator atau sebaliknya generator DC dapat difungsikan sebagai motor DC.
9. Baterai
Baterai merupakan perangkat otomotif yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik dan mempunyai arus searah (DC).
10. Transistor Bipolar

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal.
11. LED
Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut.
3. Dasar Teori [kembali]
1. Resistor
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang selalu digunakan
dalam setiap rangkaian elektronika karena bisa berfungsi sebagai
pengatur atau untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu
rangkaian. Dengan resistor, arus listrik dapat didistribusikan sesuai
dengan kebutuhan. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan
umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu
resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).
Simbol Resistor :
Cara menghitung nilai resistor :
a. Membaca Kode Warna Resistor
b. Membaca Resistor SMD
c. Menggunakan Multimeter Analog/Digital
Rumus :
a. Jika rangkaian seri, maka :
b. Jika rangkaian paralel, maka :
2. Op-Amp
Operational Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah
Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang
berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp
terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan
Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga
memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (penguatan) yang
tinggi pada rentang frekuensi yang luas.
Op Amp Sebagai Penguat Inverting
Penguat Inverting adalah suatu rangkaian penguat yang
berfungsi menguatkaan sinyal akan tetapi sinyal yang dikuatkan
akan berbanding terbalik 180 derajat dengan dinyal
masukkannya. Bentuk sinyal input output rangkaian inverting
dapat dilihat pada gambar 2. Pada dasarnya penguat inverting
digunakan sebagai pengkondisi sinyal inputan sensor yang
terlalu kecil sehingga dibutuhkan penguatan untuk
diproses
Salah satu fungsi pamasangan resistor umpan balik
(feedback) atau pada gambar R2 dan resistor input R1
adalah untuk mengatur faktor penguatan inverting amplifier
(penguat membalik) tersebut. Dengan dipasangnya resistor
feedback (Rf) dan resistor input (R1) maka faktor
penguatan dari penguat membalik dapat diatur dari 1 sampai
100.000 kali.
Op Amp Sebagai Penguat Non Inverting
Penguat Non Inverting adalah suatu rangkaian penguat yang
berfungsi menguatkaan sinyal dan hasil sinyal yang dikuatkan
tetap sefasa dengan sinyal inputannya, hasil dari sinyal
input dan output rangkaian non inverting dapat dilihat pada
Gambar.
Pada dasarnya penguat non inverting digunakan sebagai
pengkondisi sinyal inputan sensor yang terlalu kecil sehingga
dibutuhkan penguatan untuk diproses. intinya penguat non
inverting ke balikkan dari penguat inverting.
Keterangan Gambar
Vin : Tegangan Masukan
Vout : Tegangan Keluaran
Rg : Resistansi
ground
Rf : Resistansi
feedback
Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub
dan berfungsi menyearahkan arus. Komponen ini terdiri dari
penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping
(penambahan material) yang berbeda, dan tambahan material
konduktor untuk mengalirkan listrik.
Cara Kerja Dioda :
Secara sederhana, cara kerja dioda dapat dijelaskan dalam tiga
kondisi, yaitu kondisi tanpa tegangan (unbiased), diberikan
tegangan positif (forward biased), dan tegangan negatif (reverse
biased).
a. Kondisi tanpa tegangan
Pada kondisi tidak diberikan tegangan akan terbentuk suatu
perbatasan medan listrik pada daerah P-N junction. Hal ini
terjadi diawali dengan proses difusi, yaitu bergeraknya muatan
elektro dari sisi n ke sisi p. Elektron-elektron tersebut akan
menempati suatu tempat di sisi p yang disebut dengan holes.
Pergerakan elektron-elektron tersebut akan meninggalkan ion
positif di sisi n, dan holes yang terisi dengan elektron akan
menimbulkan ion negatif di sisi p. Ion-ion tidak bergerak ini
akan membentuk medan listrik statis yang menjadi penghalang
pergerakan elektron pada dioda.
b. Kondisi tegangan positif
Pada kondisi ini, bagian anoda disambungkan dengan terminal
positif sumber listrik dan bagian katoda disambungkan dengan
terminal negatif. Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan
ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke
masing-masing kutub. Ion-ion negatif akan tertarik ke sisi anoda
yang positif, dan ion-ion positif akan tertarik ke sisi katoda
yang negatif. Hilangnya penghalang-penghalang tersebut akan
memungkinkan pergerakan elektron di dalam dioda, sehingga arus
listrik dapat mengalir seperti pada rangkaian tertutup.
c. Kondisi tegangan negatif
Pada kondisi ini, bagian anoda disambungkan dengan terminal
negatif sumber listrik dan bagian katoda disambungkan dengan
terminal positif. Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan
ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik
ke masing-masing kutub. Pemberian tegangan negatif akan membuat
ion-ion negatif tertarik ke sisi katoda (n-type) yang diberi
tegangan positif, dan ion-ion positif tertarik ke sisi anoda
(p-type) yang diberi tegangan negatif. Pergerakan ion-ion
tersebut searah dengan medan listrik statis yang menghalangi
pergerakan elektron, sehingga penghalang tersebut akan semakin
tebal oleh ion-ion. Akibatnya, listrik tidak dapat mengalir
melalui dioda dan rangkaian diibaratkan menjadi rangkaian
terbuka.
4. Transistor NPN
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus
(switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal.
Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, di mana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET),
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari
sirkuit sumber listriknya. Kapasitor NPN memiliki simbol
seperti gambar di bawah ini:
Karakteristik Input :
Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran
electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah
transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah
emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor.
Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor
memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan
yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah
transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak
belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan
emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat
dengan dioda kolektor. Bagian emitter-basis dari
transistor merupakan dioda, maka apabila dioda
emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan
melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat
tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial
barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika
tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis
(Ib) akan naik secara cepat.
Karakteristik Output :
Sebuah transistor memiliki empat daerah operasi yang
berbeda yaitu daerah aktif, daerah saturasi, daerah
cutoff, dan daerah breakdown. Jika transistor digunakan
sebagai penguat, transistor bekerja pada daerah aktif.
Jika transistor digunakan pada rangkaian digital,
transistor biasanya beroperasi pada daerah saturasi dan
cutoff. Daerah breakdown biasanya dihindari karena resiko
transistor menjadi hancur terlalu besar.
Grafik gelombang Input Output
5. LED
Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah
komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya
monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan
keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor.
Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada
jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat
memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata
seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun
Remote Control perangkat elektronik lainnya. Bentuk LED mirip
dengan sebuah bohlam (bola lampu) yang kecil dan dapat
dipasangkan dengan mudah ke dalam berbagai perangkat
elektronika. Berbeda dengan Lampu Pijar, LED tidak memerlukan
pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan panas dalam
menghasilkan cahaya. Oleh karena itu, saat ini LED (Light
Emitting Diode) yang bentuknya kecil telah banyak digunakan
sebagai lampu penerang dalam LCD TV yang mengganti lampu tube.
Cara Kerja :
Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari
Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun
hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub
Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan
cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda
menuju ke Katoda. LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor
yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N. Yang
dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah
proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada
semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik
kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju
atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K),
Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke
wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang
bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa
dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya
monokromatik (satu warna).
LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika
dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai
Transduser yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi
cahaya.
6. Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara
listrik dan merupakan komponen Electromechanical
(Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni
Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik
untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus
listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik
yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan
Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu
menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai
saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V
2A.
Cara kerja :
Prinsip kerja relay pada dasarnya sangatlah sederhana,
dimana terdapat sebuah medan magnet yang dibangkitkan
gulungan atau lilitan kawat yang dialiri oleh listrik.
Kemudian medan magnet yang terbentuk difungsikan menarik
tuas atau saklar sehingga relay berfungsi sebagaimana
mestinya.
7. Motor DC
Motor DC adalah suatu perangkat yang mengubah energi
listrik menjadi energi kinetik atau gerakan (motion).
Motor DC ini juga dapat disebut sebagai Motor Arus
Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua
terminal dan memerlukan tegangan arus searah atau DC
(Direct Current) untuk dapat menggerakannya.
Cara kerja :
Pada prinsipnya Cara Kerja Motor Listrik DC
menggunakan fenomena elektromagnet untuk bergerak,
ketika arus listrik diberikan ke kumparan, permukaan
kumparan yang bersifat utara akan bergerak menghadap
ke magnet yang berkutub selatan dan kumparan yang
bersifat selatan akan bergerak menghadap ke utara
magnet. Saat ini, karena kutub utara kumparan bertemu
dengan kutub selatan magnet ataupun kutub selatan
kumparan bertemu dengan kutub utara magnet maka akan
terjadi saling tarik menarik yang menyebabkan
pergerakan kumparan berhenti.
8. Generator DC
Generator DC atau generator arus searah (DC) adalah salah
satu jenis mesin listrik, dan fungsi utama mesin generator
DC adalah mengubah energi mekanik menjadi listrik DC (arus
searah). Proses perubahan energi menggunakan prinsip gaya
gerak listrik yang diinduksi secara energi. Diagram
Generator DC ditampilkan di bawah.
Cara kerja :
Prinsip kerja Generator DC Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator
diperoleh melalui dua cara: a) Dengan menggunakan
cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi
bolak-balik. b) Dengan menggunakan komutator, menghasilkan
tegangan DC.
9. Logic State
Gerbang logika atau logic State adalah suatu entitas dalam
elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau
beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik.
Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner
yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan
1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.
Gerbang Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk
melakukan pengolahan input-input yang berupa bilangan biner
(hanya terdapat 2 kode bilangan biner yaitu, angka 1 dan 0)
dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga
dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk
proses berikutnya. Input dan Output pada Gerbang Logika
hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut pada umumnya
dapat dilambangkan dengan :
-
HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
-
TRUE (benar) dan FALSE (salah)
-
ON (hidup) dan OFF (mati)
-
1 dan 0
Jenis- jenis gerbang logika :
-
Gerbang AND : Apabila semua / salah satu input
merupakan bilangan biner (berlogika) 0, maka output
akan menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah
bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan
berlogika 1.
-
Gerbang OR : Apabila semua / salah satu input
merupakan bilangan biner (berlogika) 1, maka output
akan menjadi 1. Sedangkan jika semua input adalah
bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan
berlogika 0.
-
Gerbang NOT : Fungsi Gerbang NOT adalah sebagai
Inverter (pembalik). Nilai output akan berlawanan
dengan inputnya.
-
Gerbang NAND : Apabila semua / salah satu input
bilangan biner (berlogika) 0, maka outputnya akan
berlogika 1. Sedangkan jika semua input adalah
bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan
berlogika 0.
-
Gerbang NOR : Apabila semua / salah satu input
bilangan biner (berlogika) 1, maka outputnya akan
berlogika 0. Sedangkan jika semua input adalah
bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan
berlogika 1.
-
Gerbang XOR : Apabila input berbeda (contoh : input
A=1, input B=0) maka output akan berlogika 1.
Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan
berlogika 0.
-
Gerbang XNOR : Apabila input berbeda (contoh : input
A=1, input B=0) maka output akan berlogika 0.
Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan
berlogika 1.\
10. LDR
LDR (Ligh Dependent Resistor) adalah suatu
komponen elektronik yang resistansinya tergantung
pada intensitas cahaya. LDR di buat dari bahan
Cadium Sulfida yang peka terhadap cahaya. LDR akan
mempunyai hambatan yang sangat besar saat tidak
ada cahaya mengenainya (gelap). Dalam kondisi ini
hambatan LDR mampu mencapai 1M ohm, akan tetapi
pada saat LDR mendapat cahaya hambatan LDR akan
menurun menjadi beberapa puluh ohm saja.
Cara Kerja :
Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari
cakram pada LDR menghasilkan elektron bebas dengan
jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya ada
sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik.
Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi
pengantar arus yang kurang baik, atau bisa disebut
juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat
gelap atau cahaya redup. Pada saat cahaya terang,
ada lebih banyak elektron yang lepas dari bahan
semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih
banyak elektron untuk mengangkut muatan elektrik.
Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi
konduktor atau bisa disebut juga LDR memilki
resistansi yang kecil pada saat cahaya terang. LDR
digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi
energi listrik. Saklar cahaya otomatis adalah
salah satu contoh alat yang menggunakan LDR. Akan
tetapi karena responsnya terhadap cahaya cukup
lambat, LDR tidak digunakan pada situasi dimana
intesitas cahaya berubah secara drastis.
Grafik respon LDR
11. Sensor Sentuh
Sensor sentuh atau touch sensor adalah sensor
elektronik yang bisa mendekeksi sentuhan.
Sensor sentuh ini beroperasi sebagai sakelar
apabila disentuh, seperti sakelar pada lampu,
layar sentuh ponsel dan lain sebagainya.
Sensor sentuh ini dikenal juga sebagai Sensor
Taktil (Tactile Sensor).
Cara kerja :
Cara kerja sensor sentuh adalah active low,
karena rangkaian ini mengggunakan resistor,
resistor pulp up dan pulp down, rangkaian pulp
up berisfat active low mengeluarkan sinyal 1
kecuali saat saklar aktif, namun sebaliknya
resistor pulp down akan akrif jika
mengeluarkan sinyal 0 kecuali saat saklar
tidak aktif. Jika rangkaian mengeluarkan
sinyal 1 saat tombol tidak ditekan, namun jika
sungut tertekan maka sinyal output akan
menjadi 0 karena dihubungkan dengan
ground.
Jenis - jenis Sensor
sentuh :
Sensor sentuh pada dasarnya adalah saklar limit
switch dan microswitch( saklar spdt) dengan
berbagai macam bentuk variasinya, sensor sentuh
biasanya digunakan yaitu transistor pulp up
bersifat active low yang berarti rangkaian
mengeluarkan sinyal 1 kecuali saklar aktif,
saklar down yaitu bersifat kebalikan dari saklar
pulp up yaitu bersifat active low yaitu
rangkaian mengeluarkan sinyal 0 kecuali saat
saklar aktif, nilai resistor pada pulp down
bekisar antara 1-10kq.
Grafik respon sensor :
12. Sensor Magnet
Disebut juga Relai Buluh adalah Alat yang
akan terpengaruh Medan Magnet dan akan
memberikan perubahan kondisi pada keluaran,
seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off)
yang digerakkan oleh adanya medan magnet
disekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas
dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas
dari debu, kelembapan, asap maupun
uap.
Cara Kerja :
Sensor ini akan bekerja ketika jenis
konduktor berada/mempengaruhi keberadaan
medan magnet sehingga magent dapat tertarik
atau tertolak sesuai pengaruh yang
diberikan.
Grafik respon sensor :
13. Sensor Suhu
Motor DC adalah suatu perangkat yang
mengubah energi listrik menjadi energi
kinetik atau gerakan (motion). Motor DC
ini juga dapat disebut sebagai Motor
Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor
memiliki dua terminal dan memerlukan
tegangan arus searah atau DC (Direct
Current) untuk dapat
menggerakannya.
Cara kerja :
Cara kerja sensor suhu
ini berdasarkan tegangan pada
terminal dioda. Jika ada
peningkatan tegangan, suhu juga
meningkat. Ini diikuti oleh
penurunan tegangan antara terminal
transistor basis dan emitor di dioda.
Ada juga Temperature Sensor yang bekerja
berdasarkan prinsip perubahan tegangan
akibat perubahan suhu.
Grafik respon sensor :
14. Sensor Hujan
Rain sensor atau sensor hujan
adalah jenis sensor yang berfungsi
mendeteksi terjadinya hujan atau
tidak. Pada sensor ini, terdapat
integrated circuit atau IC (komponen
dasar yang terdiri dari resistor,
transistor, dan lain-lain)
komparator yang berfungsi memberikan
sinyal berupa logika ‘on’ dan
‘off’.
Cara Kerja
module sensor ini yaitu pada saat
ada air hujan turun dan mengenai
panel sensor maka akan terjadi
proses elektrolisasi oleh air hujan.
Dan karena air hujan termasuk dalam
golongan cairan elektrolit yang
dimana cairan tersebut akan
menghantarkan arus listrik
Grafik respon sensor :
Prosedur Percobaan
- Siapkan semua alat dan bahan
- Menambahkan sensor infrared
- tambahkan sumber tegangan Vcc untuk sensor infrared
- tambahkan op-amp 741 lalu sambungkan kaki inverting ke pin out dari sensor infrared
- tambahkan V source untuk op-amp lalu sambungkan kaki non-inverting ke Vref dengan muatan negatif
- muatan positif Vref disambungkan ke ground
- tambahkan voltmeter pada Vin dan Vout
- Hubungkan semua alat dan bahan
- Atur tegangan dan hambatan
- Jalankan simulasi
5. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

3. Prinsip Kerja Rangkaian
Pada rangkaian simulasi pendeteksi kebakaran ini menggunakan 3 sensor yaitu, sensor Flame berfungsi untuk mendeteksi adanya api, dan sensor MQ2 berfungsi untuk mendeteksi adanya gas berbahaya yang akan mengakibatkan kebakaran, dan sensor LM35 yang berfungsi untuk mendeksi suhu sekitar ruangan.
Sensor MQ2 akan mengalirkan tegangan sebesar 3,77 Volt ketika mendeteksi adanya gas berbahaya ke basis pada kaki transistor dan diteruskan ke relay sehingga relay akan menjadi on. Ketika relay on maka LED kuning akan menyala dan buzzer pun akan aktif yang menandakan adanya kebocoran gas atau gas yang berbahaya yang akan memancing terjadinya kebakaran. Ketika sensor MQ2 tidak mendeteksi adanya gas berbahaya maka sensor tidak akan mengalirkan arus atau tegangan ke kaki basis dan relay off, sehingga LED hijau akan menyala yang menandakan kondisi aman dari gas.
Sensor Flame akan mengalirkan tegangan sebesar 3,77 Volt ketika mendeteksi adanya api ke basis pada kaki transistor dan akn diteruskan ke relay sehingga relay menjadi on. Pada saat relay on maka LED merah akan menyala dan motor DC akan aktif sebagai pompa air untuk memadamkan api. Ketika sensor Flame tidak mendeteksi adanya api maka sensor tidak akan mengalirkan arus atau tegangan ke kaki basis dan relay off, sehingga LED hijau akan menyala yang menandakan kondisi aman dari gas.
Sensor LM35 akan mengalirkan tegangan ketika suhu kecil atau sama dengan 36℃ sebesar 1,07 Volt ke IC LM324 1 melewati resistor 7 sebesar 10K, kemudian tegangan diteruskan ke IC LM324 2 melewati resistor 9 sebesar 10k dan tegangan naik sebesar 1,09 Volt menjadi 26,16 Volt dan LED akan mati yang menandakan keandaan aman dari kebakaran. Namun ketika sensor LM35 mendeteksi suhu besar dari 36℃, LM35 akan mengalirkan tegangan ke IC LM324 1 melewati resistor 7 sebesar 10K dengan tegangan besar dari 1,07 Volt, kemudian tegangan diteruskan ke IC LM324 2 melewati resistor 9 sebesar 10k dan tegangan naik sebesar 1,09 Volt menjadi besar dari 26,16 Volt dan LED akan Pada rangkaian simulasi ini akan menyala yang menandakan adanya tanda tanda kebakran disekitar ruangan tersebut.
Pada simulasi ini kita menggunakan 4 motor DC karena motor DC berfungsi sebagai pompa air yang terdepat di beberapa bagian ruangan yang akan secara efektif memadamkan api pada saat terjadinya kebakaran.
7. Link Download [kembali]
Komentar
Posting Komentar